Welcome to SYAARAR.COM

Setelah melakukan desian selama hampir dua bulan, akhirnya website SYAARAR.COM bisa tampil sebagaimana Anda lihat sekarang ini.

Ide pembuatan website ini bermula dari tulisan-tulisan motivasi saya di wsyakinah.blogspot.com dan beberapa tulisan lainnya dan juga beberapa arsip yang saya punya yang coba saya kumpulkan lagi, baik dari pc, internet dan arsip lainnya.

Tulisan-tulisan saya di wsyakinah.blogspot.com saya tuangkan kembali di website ini dengan content Refleksi yang terdiri dari Business Idea, Motivation dan Sincerity.

Yang Tercecer“, adalah merupakan serial postingan saya di milist kira-kira 10 tahun yang lalu. Setelah melakukan search, akhirnya didapat kembali beberapa seri dan sisanya saya tuliskan kembali, dan sekarang ini sudah mencapai seri yang ke 50.

Kombur merupakan content paforit saya, yang kumpulkan dari beberapa arsip mulai dari tahun 1980-an. Content ini berisi tentang hal-hal yang ringan dan unik yang terjadi dibelahan dunia ini. Kombur indentik dengan “Yang Tercecer“. Kalau Kombur sifatnya universal, maka “Yang Tercecer” merupakan peristiwa-peristiwa ringan dan unik yang terjadi dalam dunia Islam.

Quote merupakan kumpulan kata-kata bijak baik itu dari orang-orang terkenal maupun orang-orang biasa yang kesemuanya merupakan kata-kata yang akan mendorong kita kepada keadaan yang lebih baik.

Hitech akan banyak berbicara tentang perkembangan dunia IT dan juga tutorial. Salah satunya tutorial tentang blog.

Salah satu website bisnis saya; WSyakinah.com saya juga tambahkan linkya disini dengan content Shop. Ini akan banya bercerita tentang produk-produk yang ditawarkan di WSyakinah.com, termasuk Testimonial dari para pelanggan kami.

Selain duniawi, maka kami juga memberikan tulisan-tulisan atau informasi yang bersipat ruhani yang kami tuangkan di Religious.

Salah satu content yang sangat menarik untuk Anda ikuti di website ini adalah Advertisiment. Advertisiment disediakan bagi Anda untuk mempromosikan bisnis Anda secara GRATIS. Anda bisa menuliskan iklan Anda di form yang kami sediakan, dan iklan Anda akan tampil di banner yang ada di sebelah kanan. Iklan Anda akan tampil selama tidak ada iklan baru yang akan menggeser iklan Anda.

Jika Anda ingin menampilkan iklan dalam bentuk image dibeberapa ruang yang kami sediakan, silahkan menghubungi kami di syamsul@wsyakinah.com.

Website ini baru kami luncurkan tanggl 3 Januari 2008 yang lalu, dan desian yang Anda lihat sekarang ini baru kami released beberapa hari yang lalu, sehingga kami masih memerlukan waktu untuk menyempurnakannya. Maka dari itu kalau Anda lihat di header akan ada tulisan “Beta Version”.

Salah satu content yang sedang kami persiapkan adalah “Service”. Content ini akan banyak memberikan pelayanan kepada para pengunjung kami dan Insya Allah ini akan sangat bermanfaat untuk Anda semua.

Untuk dapat lebih menyempurnakan website ini, kami menunggu saran dan kritik Anda di Contact, atau email syamsul@wsyakinah.com.

Wassalam,
Syamsul Arham
WSyakinah.com
SYAARAR.com

Fee, Hadiah dan Bonus.

Menyambung tulisan saya berjudul “Fee dan Hadiah Adalah Haram“, maka saya mencoba untuk mendefinisikan perbedaan fee, hadiah yang saya sebutkan di tulisan saya tersebut.

Sebagai karyawan yang telah digaji oleh perusahaan mempunyai kewajiban untuk menjalankan tugas-tugas yang telah diberi wewenang oleh perusahaan. Salah satu tugas yang diberikan yang adalah menghasilkankan produk dengan harga semurah mungkin dan kemudian menjualnya dengan harga setinggi mungkin. Kaidah ini sudah menjadi hal yang umum dan berlaku diperusahaan manapun di dunia ini. Maka kita sebagai karyawan berkewajiban untuk memenuhi ketentuan tersebut.

Dari kaidah di atas, maka selisih yang terjadi merupakan keuntungan perusahaan yang didalamnya terdapat bagian gaji dan bonus untuk karyawan. Makin besar selisihnya, maka bonus atau insentif akan makin besar. Tapi jika selisihnya kecil, maka bonus yang didapatkan karyawan akan makin kecil.

Persoalannya, bagaiaman kalau karyawan juga mendapatkan insentif dari supplier atau pemberi jasa?

Bahwa selisih atau keuntungan yang didapatkan dari supplier adalah dari harga yang seharusnya dibayarkan. Tapi dikarenakan supplier juga harus membayar insentif kepada karyawan tersebut, maka oleh supplier akan menaikkan harga untuk bisa menenuhi pembayaran insentif tersebut. Ini berakibat berkurangnya keuntungan perusahaan dimana karyawan tersebut bekerja.

Artinya dengan kita menerima insentif dari supplier, berarti kita telah merampas keuntungan perusahaan untuk keuntungan kita, padahal kita telah dibayar oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Jadi dalam hal ini pembayaran yang diterima dari pihak selain perusahaan yang telah membayar kita adalah haram untuk diterima, tapi sebaliknya pembayaran yang diberikan oleh perusahan tempat kita bekerja atau pembayaran yang telah mendapat persetujuan dari perusahaan, apapun itu namanya adalah menjadi hak yang harus kita terima. Sebagai contoh ekstrim, kalau ada pembayaran insentif dari supplier untuk kita dan sepengetahuan perusahaan, maka itu menjadi hak kita. Tapi kalau itu tanpa sepengetahuan perusahaan maka itu bukan menjadi hak kia dan itu haram untuk diterima.

Tahun Penentuan

Sudah hampir satu bulan ini saya tidak posting. Banyak sekali hal-hal yang ingin saya sampaikan disini, tapi dikarenakan “alasan” tidak sempat, maka saya tidak bisa menulis dalam blog ini dalam waktu yang cukup lama. Padahal beberapa komentar para pembaca dan satu ajakan dari Pak AR Junaedi yang harus segera saya tanggapi.

Terimakasih kepada Mas Anang yang meminta saya untuk menjelaskan lebih jauh tentang tulisan saya yang berjudul “Fee Dan Hadiah Adalah Haram“. Ini akan saya jawab dalam tulisan tersendiri kemudian.

Melalui tulisan ini saya ingin mencoba menjawab ajakan Pak AR Junaedi tentang “Resolusi 2008″.

Mungkin ada yang menganggap bahwa ini sudah terlambat, karena kita sudah masuk di tahun 2008. Tapi bagi saya kapanpun itu bisa disampaikan, apakah itu di awal tahun, pertengahan tahun atau akhir tahun. Yang penting kita bisa membuat target-target yang akan kita capai dalam kurun waktu tertentu, apakah itu satu tahun, satu semester atau kuartal.

Tahun 2007 saya awali dengan melakukan wukuf di Arafah pada saat menunaikan ibadah haji tahun 2006/2007. Ibadah haji ini telah memberikan makna yang sangat dalam di dalam diri saya, sehingga saya harus kembali merefleksikan tujuan hidup yang sebenarnya.

Dalam perjalanan tahun 2007, banyak hal yang membuat saya untuk kembali menentukan pencapaian yang selama ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Satu hal yang sangat mengganggu saya sampai sekarang ini adalah pointer Mario Teguh yang berjudul “Professional Biggest Fear” yang sampai sekarang ini belum dapat menjalankannya, walaupun saya sudah mencobanya dari pertengahan 2006, tapi belum juga menunjukkan arah yang diharapkan.

Maka untuk mencapai semua harapan ini adalah dengan memaksimalkan waktu yang ada di tahun 2008 dengan beberapa hal sebagai berikut:

1. Melakukan taffakur untuk meningkatkan kualitas diri dihadapan Allah swt.

2. Memperbaiki diri dari sifat-sifat yang masih membawa kemudharatan baik bagi diri sendiri dan keluarga.

3. Memberikan kualitas hidup yang lebih baik untuk keluarga.

4. Menata kembali bisnis WSyakinah.com, salah satunya akan membuka bisnis makanan dalam waktu dekat ini.

5. Menyusun kembali rencana-rencana bisnis yang masih belum terealisasikan sampai sekarang.

6. Menyelesaikan satu buku untuk diterbitkan tahun ini.

Dari sekian harapan dan pencapaian, semua ini akan dicapai dengan; niat yang sungguh-sungguh, usaha yang maksimal, semangat yang tidak luntur dan selalu beajar dan memperbaiki diri.

Dengan pengharapan dan ridha Tuhan Yang Maha Menentukan, saya bermohon untuk dimudahkan semua jalan menuju keberhasilan Dunia Bahagia, Akhirat Surga.

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com
http://www.syaarar.com
http://solutionofblogger.blogspot.com

Fee Dan Hadiah Adalah Haram

Apakah Anda sudah membaca tulisan saya sebelumnya tentang “Jangan Mau Jadi Budak” dan “Jangan Mau Menerima Uang Haram“.

Mendengarkan Mario Teguh Open Forum (MTOF) pagi ini yang disiarkan oleh Radio Pro2FM, memberikan pencerahan yang sangat luar biasa bagi saya, karena demikian banyaknya pelajaran yang bisa diambil dari setiap acara MTOF atau MTBA.

Saya ingin menanggapi tentang “fee” dan “hadiah” yang sempat diperbincangankan pagi ini di MTOF.

Fee adalah pembayaran atas jasa yang diberikan dalam melakukan satu pekerjaan, dan setiap orang berhak atas fee yang dia terima. Fee ini diberikan oleh perusahaan yang memberikan jasa atau tempat kita bekerja berupa gaji dan mungkin bonus sebagai penghargaan atas pekerjaan kita sesuai dengan job-description yang diberikan kepada kita. Apapun pekerjaan yang telah kita lakukan atas nama perusahaan tempat kita bekerja, maka semua dibayarkan sesuai gaji yang telah disepakati, dengan demikian kita tidak berhak untuk mendapatkan fee diluar yang telah ditentukan. Kalau ada pemberian fee selain yang ditentukan oleh perusahaan, maka itu bukanlah menjadi hak kita dan itu tidak boleh diterima.

Berbicara tentang hadiah, saya berbeda pandangan dengan apa yang disampaikan Pak Mario, bahwa dalam kontek hadiah karena kita telah melakukan satu pekerjaan, padahal kita sudah dibayar oleh perusahaan atas jasa kita, maka itu sama saja dengan fee yang tidak boleh diterima. Kita tidak mungkin mendapatkan hadiah, kalau kita tidak melakukan pekerjaan tersebut.

Semua pemberian yang berhubungan dengan pekerjaan kita, apakah itu disebut dengan fee atau hadiah, maka itu bukan menjadi hak kita, dan itu harus ditolak. Orang lain tidak mungkin memberikan fee atau hadiah bukan lain untuk maksud keinginan lain.

Setiap pemberian fee atau hadiah, sadar atau tidak sadar, akan mengurangi kekuatan kita dalam memutuskan kebijakan selanjutnya, karena kita sudah merasa sungkan, atau dalam tuisan saya, menjadi “budak” oleh yang memberikan fee.

Memang dalam masyarakat kita masih menganggap wajar dengan fee atau hadiah, tapi dengan menanamkan dalam diri kita untuk bisa memulai untuk menolak semua pemberian yang bukan hak kita, maka kita sudah memberikan contoh bagi yang lain untuk bisa meneruskan hal-hal yang baik.

Sekarang apakah Anda sadar atau tidak sadar bahwa Anda telah menjadi budak orang lain, atau memang Anda tetap menjadi diri Anda dengan kekuatan dalam menentukan kebijakan.

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com

Konsultan Bagi Perusahaan Anda

Kebanyakan kita bekerja sebagai karyawan rata-rata. Karyawan rata-rata adalah mereka yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung-jawabnya. Mereka bekerja dengan hasil yang sesuai dengan apa yang telah digariskan perusahaan. Perusahaan menargetkan 5, maka dia akan diselesaikan 5. Perusahaan memberikan pekerjakan 10, maka dia kerjakan 10 pekerjaan. Semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, sesuai dengan pencapaian target yang telah digariskan.

Ada sebagian kecil karyawan yang oleh James Gwee disebut sebagai Super Employee, yaitu orang-orang yang memberikan konstribusi lebih dari tanggung-jawabnya. Biasanya orang-orang ini penuh dengan ide-ide yang memberikan kemajuan bagi perusahaan. Mereka bisa memberikan solusi untuk perbagai permasalahan yang ada.

Biasanya kedua karyawan di atas mempunyai posisi tawar yang lebih rendah dari atasan atau pimpinan perusahaan.

Salah satu posisi yang pernah ditawarkan oleh MarioTeguh, adalah menjadikan kita sebagai konsultan bagi perusahaan tempat kita bekerja. Menjadi konsultan, bukan berarti kita berubah profesi sebagai konsultan, tapi bisa memposisikan diri kita sebagai orang yang dapat memberikan konsultasi bagi perusahaan untuk berbagai permasalahan.

Orang-orang yang telah memposisikan dirinya sebagai konsultan bagi perusahaannya, biasanya akan mempunyai power yang lebih dibandingkan dengan orang lain, bahkan atasannya sekalipun. Karena dengan posisinya sebagai konsultan bagi perusahaannya, dia bisa dipercaya untuk membuat keputusan-keputusan penting dalam perusahaan, bahkan bisa jadi itu merupakan wewenang pimpinan perusahaan.

Sekarang Anda ada dimana? Apakah Anda ada diantara tiga posisi di atas, atau Anda ada diluar itu?
Kalau Anda ada di luar itu, maka Anda perlu memikirkan kembali posisi Anda dengan baik, karena bisa jadi Anda bukanlah seorang pekerja yang baik.

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com

Jangan Mau Menerima Uang Haram

Kalau kemarin saya menulis tentang “Jangan Mau Jadi Budak”, maka kali ini saya menulis tentang Uang Haram yang banyak berkeliaran disekitar kita. Bahkan mungkin uang haram itu telah masuk kedalam tubuh kita, apakah itu dengan kesadaran kita atau memang kita sudah tidak sadar bahwa selama ini kita menggunakan uang haram untuk menghidupi keluarga dan anak-anak kita.

Seorang CEO salah satu perusahaan IT multinasional yang memegang jabatan regional country manager, mempunyai prinsip yang sudah tidak umum lagi untuk jaman sekarang ini. Selama karirnya sebagai karyawan, dan dia sudah mencanangkan dirinya sebagai karyawan, telah mengalami pahit manisnya dalam menjalankan tugas yang berhubungan dengan projek yang “basah”.

Sudah merupakan hal yang umum berlaku bahwa bisnis itu akan jalan kalau ditambahkan dengan “tanda terima kasih” atau “tanda jasa” bagi yang memberikan orderan atau projek. Dengan karir yang dimulai dari bawah, dan posisi yang selalu berhubungan dengan hal di atas, tentu merupakan satu peluang untuk mendapatkan penghasilan “tambahan” dari projek-projek yang dia kelola.

Dengan prinsip yang dipegang, bahwa itu semua merupakan uang haram, yang bukan merupakan haknya, maka semua pemberian tersebut ditolak, sekalipun pemberian itu sangat menggiurkan.

Pernah satu kali karena telah berhasil meloloskan satu projek, oleh yang memberi projek, dia diberi imbalan yang sangat luar biasa. Karena luar biasanya, dia tidk bisa konsentrasi lagi untuk bekerja, dia harus mengambil cuti untuk memikirkannya, apakah pemberian ini mau diterima atau di tolak. Bayangkan uang sebesar hampir 100 kali gajinya pada saat itu. Tapi dengan prinsip yang telah ada padanya, akhirnya pemberian tersebut ditolak, dan dia tidak mendapatkan apa-apa dari situ kecuali gajinya sebagai karyawan.

Prinsip ini merupakan pegangan yang terus dipertahankan sampai sekarang ini, dengan posisi sebagai regional country manager, dan bahkan ini juga ditanamkan kepada bawahannya, bahwa dalam hidup diperlukan keberanian untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri maupun dengan orang lain.

Dengan prinsip ini ternyata telah membawa satu keberkahan bagi dirinya dengan dipercaya untuk mejabat sebagai country manager lebih dari 3 periode yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Apakah Anda telah mempunyai prinsip ini atau Anda selama ini tekah menerima uang haram dari berbagai sumber?

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com
SMSLebaran.blogspot.com

Jangan Mau Jadi Budak

“Sekali pemberian orang diterima, maka berikutnya kita akan menjadi budak orang tersebut”

Seorang pensiunan BUMN disalah satu pabrik pupuk yang semasa aktif bekerja sebagai projek manager pembangunan pabrik. Selama karirnya terkenal sebagai karyawan yang jujur yang tidak bisa disuap, ditawar atau dinego. Setiap projek yang ditangani akan dijalankan sesuai dengan “bestek” yang telah dirancang sebelumnya.

Sudah menjadi hal yang umum, dinegeri dengan seribu satu masalah, pekerjaan projek bisa “disesuaikan” dengan keinginan berbagai pihak untuk meloloskan kepentingan kalangan. Tapi lain dengan orang ini, selama karirnya tidak satupun projek yang berhasil di nego oleh kalangan lain untuk “penyesuaian”.

Berbagai cara dilakukan orang untuk meloloskan “penawaran”, tapi sekian banyak pendekatan yang dilakukan, sedemikian banyak pula yang ditolak. Mulai dari cara yang sopan, sampai dengan cara yang vulgar. Semua itu tidak berhasil merobohkan pertahanannya.

Pernah satu kali salah satu relasinya mengirimkan satu bingkisan untuknya dan dititipkan kepada sekretarisnya, tapi begitu disampaikan kepadanya, malah sang sekretaris disuruh mengantarkan kembali bingkisan tersebut kepada pemiliknya.

Dilain waktu, sang istri yang terlanjur menerima pemberian juga diperintahkannya untuk mengembalikan pemberian tersebut pada saat dia mengetahui pemberian tersebut.

Untuk jaman sekarang ini, tingkah orang ini dianggap “aneh” dan “menyimpang” dari kaidah umum dalam penanganan satu projek. Tapi ini sudah menjadi prinsip yang dipegang sampai dia pesiun sekitar 5 tahun yang lalu.

Setelah berlalu 5 tahun masa pensiun, tahun 2008 dia dikaryakan lagi oleh perusahaan tempatnya berkerja dulu untuk menangani projek pembangunan pabrik di Iran. Keberangkatannya menunggu situasi perkembangan politik Iran dengan USA.

“Hidup ber-akal, mati ber-iman” merupakan prinsip hidup keduanya.

Dalam karir kita sebagai karyawan atau pengusaha, apakah kita sudah menjalankan prinsip di atas? Atau kita malah sudah menjadi budak pihak lain?

Seberapa besar kekuatan kita dalam memutuskan sesuatu? dan seberapa besar kemandirian kita dalam menjalankan satu pekerjaan. Apakah kita punya power terhadap diri kita? Atau kita malah sudah menjadi budak orang lain?

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com

Bunga Teratai

Anda tahu dan pernah lihat bunga teratai?

Itu bunga yang hidupnya di atas air yang tenang dan kotor, dimana banyak serangga dan sumber penyakit hidup. Daunnya yang besar terapung di atas air dan dijadikan tempat loncatan kodok.

Dengan kondisi yang sedemikian kotornya, orang akan menganggapnya sebagai yang tidak berharga dan kotor, yang tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya tempat ia hidup.

Tapi tahukah Anda, bunga teratai mempunyai bunga yang sangat indah dan bersih, bertolak belakang dengan lingkungannya yang kotor. Dia tampil dengan keindahan bunganya yang sangat menawan bagi yang melihatnya. Dia hidup dengan keindahan dan kebersihan yang demikian tanpa dipengaruhi oleh lingkungannya yang kotor. Betatapun kotornya tempat dia hidup, tapi keindahannya tetap terjaga dengan baik. Bahkan lingkungannya yang ingin merusak dirinya, bunga teratai tetap tumbuh dengan indahnya tanpa merusak lingkungannya.

Kehidupan kita juga ibaratkan bunga teratai, yang hidup di lingkungan yang terkadang dan bahkan tidak bersahabat dengan kita. Tidak jarang, alam sekitar memaksa kita untuk menerima dan menyesuaikan dengan lingkungannya.

Manusia dilahirkan sebagai makhluk dengan keindahan dan kesempurnaan yang akan membawa kebaikan bagi lingkungan dan alam sekitarnya. Keindahan manusia akan terlihat dari seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap dirinya.

Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa dirinya yang indah dipengaruhi oleh lingkungan yang menjadikannya tidak lagi indah dan bersahaja. Banyak orang yang tadinya merupakan panutan bagi orang lain, tapi menjadi parasit kemudian.

Seberapa besarkah Anda bisa bertahan di lingkungan Anda yang demikian kotornya. Apakah Anda akan membiarkan diri Anda kotor untuk bisa diterima oleh lingkungan Anda, atau Anda akan memeprlihatkan kepada lingkungan Anda bahwa Anda adalah orang yang bersahaja walaupun Anda berada dilingkungan yang kotor.

Jadilah Anda sebagai bunga teratai, walaupun Anda hidup di lingkungan yang kotor. Jadilah Anda yang anggun walaupun lignkungan ingin merusak Anda, dan jadikanlah Anda sebagai yang akan menentukan kualitas lingkungan Anda.

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com

Rejeki Dari Tuhan

Kemarin di rumah saya ada pembantu yang dipanggil untuk bekerja untuk hari kemarin saja, karena selama ini kami memang tidak pernah punya pembantu. Saya memang tidak ketemu orangnya, tapi dari cerita yang saya dapatkan, sangat meng-inpirasi saya untuk menuliskannya.

Dia seorang perempuan, umur sekitar 24 tahun dan sudah punya anak 4 orang. Pendidikannya hanya sampai kelas empat SD, suaminya malah tidak sekolah dan tidak bisa tulis baca.

Suaminya bekerja sebagai tukang taman, untuk memotong rumput dijalanan, sedangkan dia sebagai pembantu rumah tangga dan kerjanya hanya siang hari saja, sore pulang.

Yang saya sangat kagum, orangnya sederhana, tidak neko-neko, dan mau bekerja, tidak pilih-pilih. Apakah ini hanay karena “pandangan pertama”, wallau’alam. Tapi dari kesimpulan yang saya dapatkan sangat luar biasa.

Dengan keserdahaannya, orangnya sangat respek dengan lingkungan, dan suka memberikan pertolongan, padahal dia juga sebenarnya perlu “ditolong”.

Dengan gaji yang hanya Rp. 800.000 sebulan ditambah Rp. 300.000 dari penghasilan suami, maka sangat “tidak” cukup untuk menghidupi 4 orang anak yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi dengan keserhanaannya, dia suka memberikan “sebagian” uang penghasilannya untuk orang yang dirasa memerlukan bantuan, dan dia tidak merasa itu akan mengurangi kebutuhannya setiap bulannya.

Satu hal yang sangat menarik dari setiap pemberian itu, ternyata dia mendapat kelimpahan rejeki yang tidak diduga dan bahkan melebihi dari pemberiannya.

Satu saat dia memberikan uang kepada orang, disore hari suaminya membawa uang yang melebihi dari biasanya. Dilain waktu dia membantu orang yang membutuhkan, tapi di saat yang hampir bersamaan dia mendapatkan pemberian dari orang yang tidak dia duga.

Pernah satu waktu dia membantu orang yang tersesat dan beberapa saat orang itu kembali mencari dia memberikan rejeki yang tidak dia perhitungkan sebelumnya.

Banyak orang yang telah membuktikan ini, bahwa pemberian yang dilakukan dengan keikhlasan, akan menghasilkan rejeki yang bahkan melebihi dari yang telah dikeluarkan.

Dulu ada seorang yang pernah menjadi orang kaya di Indonesia pada tahun 70-an dan orang ini satu kampung dengan saya. Kalau sedang di kampung, setiap pagi dia duduk diteras rumahnya sambil melihat orang yang berangkat ke pasar membawa barang dagangannya, apakah itu sayur mayur, kayu bakar dbs. Dan setiap pagi dia akan memanggil satu atau beberapa orang untuk mampir kerumahnya kalau mereka sudah pulang dari pasar. Setiap orang yang mampir ke rumahnya akan diberikannya uang dan bahkan tidak jarang modal untuk mereka.

Karena ini dilakukan setiap hari, maka ada yang bertanya; “Apakah uangnya tidak akan habis, kalau tiap hari dia memberikannya kepada orang lain?, tanpa ada keuntungan dari sana.”. Maka jawabannya adalah; “Kalau saya memberi hari ini, maka besok saya akan mendapatkan rejeki berupa orderan yang keuntungannya melebihi dari apa yang saya berikan.”

Kalau kita melihat janji Allah, bahwa Allah akan memberikan balasan yang melimpah kepada mereka yang telah men-sedekahkan rejekinya kepada orang lain.

Merupakan satu instropeksi bagi kita, kalau selama ini rejeki kita susah, atau kita mendapatkan rejeki, tapi tidak bisa bertahan lama, mungkin ini dikarenakan kita kurang dalam memberi kepada mereka yang membutuhkan. Karena sebagian rejeki yang kita miliki, ada sebagian merupakan hak fakir miskin.

Apakah kita rejeki kita sudah disisihkan untuk mereka?

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com

Biasakan Dari Yang Kecil

Pada tulisan saya sebelumnya tentang Kepantasan Untuk Di Tiru dan Puncak Kehidupan Anda, maka kali ini saya ingin menulis tentang Biasakan Dari Yang Kecil, yang saya simpulkan dari kehadiran saya pada acara Mario Teguh Business Art yang disiarkan pada hari Kamis, 8 November yang lalu. Saya hadir sebagai audience bersama 9 orang Super Members lainnya.

Topik yang diangkat pada waktu itu adalah Copying To Greatness. Beberapa kutipan pointer sebagai berikut:

Satu hari bersama seorang guru yang anggun - lebih baik daripada seribu hari belajar sendiri.
Kelebihan orang lain adalah potensi kelebihan Anda, bila Anda tulus mempelajarinya.
Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness

Salah satu cara untuk berhasil adalah belajar dari kegagalan. Dengan kegagalan, kita tahu cara untuk bisa berhasil. Tidak ada orang yang berhasil kalau belum pernah gagal.

Persoalannya, kita tidak cukup waktu untuk belajar semua kegagalan. Maka cara yang terpendek untuk keberhasilan adalah belajar dari kegagalan orang lain.

Dalam meniru cara-cara yang terbukti telah berhasil, terkadang kita dihadapkan pada satu sisi, dimana kita merasa bukan diri kita, karena apa yang kita tiru tidak sesuai dengan kebiasaan kita sebelumnya. Ini menjadi pertanyaan saya pada sesi tanya jawab.

Untuk menjadikan kita bisa menerima yang bukan diri kita, adalah dengan membiasakan perilaku kita sesuai dengan yang kita tiru, dan itu bisa dilakukan kalau kita melakukan dari yang kecil dan sederhana. Kalau kita meniru yang kecil dan dilakukan se-sering mungkin, maka itu akan menjadi kebiasaan kita, dan kebiasaan yang dilakukan dengan konsisten akan menjadikannya sebagai pribadi kita.

Maka kalau kita ingin meniru satu pribadi yang terbukti baik dan berhasil, maka lakukanlah dari yang kecil dan sederhana dari yang Anda sukai dari pribadi tersebut.

Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com/
http://smslebaran.blogspot.com

Next Page »